Rabu, 03 November 2010

Qantas QFA-32

Freddy Numberi: Tidak Benar Pesawat Qantas Meledak

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QFA-32 dengan rute penerbangan London-Singapura-Sidney tidak meledak. Tetapi yang terjadi adalah salah satu mesinnya bermasalah dan akhirnya meledak.

"Saya klarifikasi siaran di mana-mana yang menyatakan pesawat meledak, dan ada bahkan yang berkembang bahwa (itu) pesawat Indonesia lagi. Saya klariifikasi bahwa pesawat tersebut tidak meledak, dan pesawatnya dari Australia, Qantas rute London-Singapura-Sidney. Setelah take off dari Singapura, mesin nomor 2 pecah," ungkap Freddy di kantornya, Jakarta, Kamis (4/11/2010).

Menurut keterangannya, saat di udara tersebutlah serpihan pesawat kemudian jatuh di sekitar perumahan masyarakat di Batam, Kepulauan Riau. "Sehingga informasinya pesawat meledak dan sebagainya. Itu tidak benar" paparnya.

Freddy mengatakan bahwa pesawat yang mengangkut 469 penumpang tersebut, telah mendarat dengan selamat pada pukul 03.46 UTC (waktu setempat) atau pukul 10.46 WIB di Bandara Changi, Singapura.

Investigasi atas kejadian ini sendiri, imbuh Menhub, akan dilakukan otoritas Singapura dan Australia. Seluruh penumpang dinyatakan selamat dan tak ada yang mengalami cidera atau luka serius. Terjadinya ledakan itu sempat membuat warga Batam, apalagi serpihan mesin pesawat yang meledak jatuh di perumahan warga.
Continue reading →

Senin, 01 November 2010

Shanghai Expo 2010

Indonesia Raih Perunggu di Shanghai Expo 2010

Jakarta (ANTARA News) - Paviliun Indonesia raih penghargaan perunggu untuk displai kreatif kategori-A pada ajang pameran terbesar di dunia dalam skala Bureau International des Expositions (BIE), "World Expo Shanghai China atau WESC 2010", yang berakhir 31 Oktober 2010.

"Pemenang lain untuk kategori ini adalah Saudi Arabia (emas) dan Jepang (perak) dan sembilan juri Komite Internasional Expo sepakat menilai Paviliun Indonesia memiliki dekorasi ruang dan materi pameran yang relevan dengan tema dan paling kreatif ketiga pada WESC 2010," demikian siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing yang diterima, di Jakarta, Senin.

Komite ini menetapkan 34 penerima penghargaan dalam pengembangan tema, displai kreatif, desain paviliun untuk kategori A-D (A: dibangun sendiri, B: dibangun sendiri ukuran kecil, C: sewaan, D: gabungan).

Partisipasi Indonesia dalam Pameran Dunia 2010 diakui banyak pihak telah mencapai hasil yang sangat baik, target jumlah pengunjung sejumlah lima juta tercapai pada bulan Agustus 2010 dan hingga hari penutupan expo Paviliun Indonesia berhasil menjaring 8.090.812 pengunjung, atau 11% dari total jumlah pengunjung WESC yang mencapai angka 73,08 juta orang.

Daya tarik tidak hanya berasal dari kreasi dan inovasi rancang bangun paviliun yang apik, unik dan ramah lingkungan, namun juga dari pertunjukan seni budaya yang secara non-stop digelar setiap hari di panggung depan paviliun.

Grup kesenian dari penjuru nusantara, antara lain dari Aceh, Sumatera Utara, Palembang, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTT dan Kalimantan Timur, menampilkan ragam tarian dan musik tradisional tampil lima kali sehari selama expo.

Menurut siaran pers tersebut, aroma makanan yang sedap dari warung makan "Enak" juga menjadi salah satu alasan banyaknya pengunjung yang datang ke Paviliun Indonesia.

Di samping kesuksesan yang kasat mata dan sifatnya kuantitatif, banyak capain lain dari partisipasi Indonesia pada WESC 2010 ini.

Selain memperkenalkan identitas bangsa kepada publik lokal Tiongkok dan internasional yang dicitrakan dengan branding "bio diverse city", Indonesia memanfaatkan ajang pameran ini sekaligus untuk mempromosikan potensi ekonomi, budaya dan pariwisata.

Paviliun Indonesia selama 184 hari pagelaran expo telah menerima puluhan kunjungan tamu kehormatan, seperti Presiden RI, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, anggota legislatif dan BPK, dan Gubernur Jakarta.

Sementara tamu asing yang singgah ke Paviliun Indonesia di antaranya adalah Presiden Timor Leste, mantan PM Jepang Yasuo Fukuda, mantan PM Australia John Howard, Sekjen ASEAN, Menlu Australia, Dubes AS untuk Indonesia, Menteri Perindustrian Thailand, Gubernur Victoria State Australia, Kepala Kabinet dan Menteri Ekonomi Belgia, Mayor Shanghai dan Dirjen WESC.

WESC 2010 yang diadakan dari 1 Mei sampai dengan 31 Oktober dan diikuti oleh 246 negara dan organisasi internasional ditutup oleh Perdana Menteri RRT Wen Jiabao dan diakhiri dengan Summit Forum yang menghasilkan "Shanghai Declaration" yang berisi beberapa pokok kesepakatan.

Antara lain, pembangunan peradaban yang berorientasi pada lingkungan/ekologi, perkembangan yang inklusif dan seimbang, serta pembangunan yang berdasarkan pada inovasi iptek.

Bendera World Expo diserahkan kepada Wali Kota Milan, Italia, yang akan menjadi tuan rumah pameran sejagat pada tahun 2015.
(A025/Y006)
COPYRIGHT © 2010
Continue reading →

Prabowo S Party 2014

Prabowo: Gerindra to win 2014 election

The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 11/01/2010 9:58 AM | National
Great Indonesia Movement (Gerindra) Party patron Prabowo Subianto has said his party would win the 2014 general elections.

"I believe that our party platform would bring welfare to Indonesian people," he said on Sunday as quoted by kompas.com.

Gerindra, known as a dark horse in the 2009 election, has established a confederation with several small parties to face the 2014 election.

Prabowo said he would run for president in 2014 should people trust him and deem him qualified.
Continue reading →

Memecah Bangsa Dgn Isu Sara

Tindak Tegas Pengancam Disintegrasi Bangsa Dengan Peralat SARA

Pontianak (ANTARA News) - Pemerintah harus menindak tegas pengancam disintegrasi bangsa mengingat banyak ancaman ke arah itu dan bahkan ada yang berbau SARA serta memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami prihatin dengan kondisi bangsa saat ini yang mengancam integrasi bangsa," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Taruna Merah Putih Kalbar Karolin Margret Natasya di Pontianak, Sabtu.

Berbagai persoalan politik dan bencana alam yang terus melanda Indonesia. Pemerintah diharapkan lebih tegas menghadapi persoalan yang mengancam integrasi bangsa Indonesia, dan kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Ancaman tersebut, kata Karolin, seperti halnya isu-isu yang berbau SARA, dan adanya upaya melemahkan institusi negara sehingga perlu disikapi serius menyangkut kedaulatan bangsa Indonesia.

"Yang patut kita junjung tinggi adalah NKRI, itu harga mati," tegasnya.

Menurut Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalbar itu, bagaimana pun NKRI adalah harga mati, dan Pancasila adalah ideologi negara yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Peranan kaum pemuda sangat besar karena mereka tidak bisa lepas dari republik ini. Namun sangat disayangkan subangsih pemuda untuk membangun negeri ini masih kurang.

"Saya belum jelas melihat sumbangsih dari pemuda," katanya. (ANT-089/K004)
COPYRIGHT © 2010
Continue reading →

Anaka Krakatau

Kegempaan Anak Krakatau Capai 585 Kali

Kegempaan Anak Krakatau Capai 585 Kali
(ANTARA Grafis/Lukisatrio)
Lebak (ANTARA News) - Kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, sepanjang Minggu, (31/10) mencapai 585 kali, karena itu statusnya masih dinyatakan "waspada" atau level III.

Masyarakat hanya diperbolehkan pada radius dua kilometer dari kawah gunung merapi tersebut.

Petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Jumono, saat dihubungi, di Rangkasbitung, menjelaskan, kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu tercatat 585 kali di antaranya vulkanik A (dalam) 31 kali, vulkanik (dangkal) 228 kali, letusan 178 kali dan embusan 148 kali.

Selain itu, juga kondisi Gunung Anak Krakatau diselimuti kabut tebal akibat letusan tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Jawa Barat, mengingatkan nelayan maupun warga dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda karena sangat membahayakan terkena lontaran pijar.

"Kami hanya memberikan rekomendasi dua kilometer dari titik letusan itu," kata Jumono.

Menurut dia, jika mendekati kawasan Anak Krakatau dan terkena lontaran bebatuan pijar lava tentu akan berbahaya dan kemungkinan bisa meninggal.

Suhu batu pijar tersebut antara 600 sampai 800 derajat Celcius.

Sejauh ini, aktivitas kegempaan vulkanik Anak Krakatau masih fluktuatif dengan interval antara lima sampai 10 menit.

"Dengan interval sebesar itu tentu masih berlangsung kegempaan vulkanik dalam dan dangkal, letusan, serta embusan," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pengelola obyek wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, mengaku selama ini pesisir pantai aman dan tidak berpengaruh terhadap aktivitas kegempaan vulkanik Anak Krakatau.

"Saya seperti biasanya saja dan tidak takur menyusul aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau," kata Hendra (45) seorang pengelola obyek wisata pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.
(ANT/A024)
COPYRIGHT © 2010
Continue reading →

" Napi Juga Pengen "

Lapas Denpasar Sediakan Ruang Kebutuhan Biologis Napi

Lapas Denpasar Sediakan Ruang Kebutuhan Biologis Napi
(ilustrasi)
Denpasar (ANTARA News) - Lapas Kerobokan II A Denpasar memikirkan perlunya membangun ruang khusus bagi para napi yang akan menyalurkan kebutuhan biologis namun tetap menunggu sampai ada payung hukum.

"Sebenarnya sejak Menteri Kehakiman Pak Ismail Shaleh dulu, masalah tersebut sudah mulai dipikirkan," kata Kepala Lapas Kerobokan Siswanto dihubungi, Senin.

Hanya saja pemikiran itu tidak kunjung bisa direalisasikan hingga kini karena belum ada payung hukum jelas yang mengatur hal tersebut.

"Ya secara pribadi, saya kira manusiawilah bahwa warga binaan yang tengah menjalani hukuman di penjara juga membutuhkan penyaluran kebutuhan biologisnnya," kata Siswanto.

Dengan kata lain, Siswanto mengaku sependapat dengan wacana yang kini kembali digulirkan beberapa pihak untuk menyediakan salah satu kebutuhan dasar manusia yakni kebutuhan biologis para napi.

Namun untuk membuat ruangan khusus agar bisa menyalurkan hasrat seksual selama di penjara, bukan hal mudah karena menyangkut banyak aspek.

Mulai soal dukungan anggaran, sistem pengawasan hingga risiko yang harus diantisipasi kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang akan memanfaatkan bangunan khusus itu.

Hal yang perlu dipikirkan pula adalah bangunan khusus tersebut harus didisain sedemikian rupa secara ketat sehingga tidak mengganggu aktivitas warga binaan lainnya, selain tidak boleh mengabaikan faktor keamanan.

Diakui Siswanto, banyak masukan dari pelbagai pihak agar lapas menyediakan ruang khusus bagi napi yang merupakan pasangan suami istri yang sah, namun pihaknya hingga belum dapat memenuhi keinginan tersebut.
COPYRIGHT © 2010
Continue reading →

" Alarm "

Jerman Ribut Gara-gara Alarm Tsunami Mentawai

Jerman Ribut Gara-gara Alarm Tsunami Mentawai

Pelampung peringatan tsunami (der speigel)
Jakarta (ANTARA News) - Pekan kemarin Jerman gaduh oleh kritik tidak berfungsinya sistem peringatan dini tsunami buatan negeri itu yang dipasang di Indonesia, khususnya Mentawai.

"Senin, ratusan orang Indonesia tewas oleh gelombang tsunami karena peringatan dini tidak sampai ke warga," lapor der Spiegel (29/10).

Media Jerman itu melanjutkan, menyusul tsunami tersebut, muncul pertanyaan di Indonesia mengenai keampuhan sistem peringatan dini yang sepenuhnya dirancang para insinyur Jerman.

Ratusan nyawa melayang gara-gara tsunami yang tinggi gelombangnya bisa sampai delapan meter, sedangkan 25 ribu rumah hancur.

"Kini pada para ilmuwan lokal (Indonesia) mempertanyakan sistem alarm tsunami yang dibangun Jerman di kawasan itu," kupas der Spiegel.

Berlin membenamkan dana 62,2 juta dolar AS (Rp553 miliar) untuk membangun sistem peringatan dini tsunami segera setelah gelombang dahsyat tsunami menewaskan 210 ribu orang di Asia Tenggara pada 2004.

Namun Senin pekan lalu, pelampung-pelampung peringatan dini yang memberi isyarat bakal ada gelombang mendekat itu tetap tidak bereaksi, demikian seorang pakar oseanografi Indonesia seperti dikutip BBC.

Alat bernilai 300 ribu euro itu dilaporkan tak berfungsi, sementara warga Mentawai menyebut sirene peringatan tsunami tak berbunyi, dan gelombang tsunami datang amat mengejutkan.

Kritik itu mungkin keliru, setidaknya sejumlah dokumen pihak otoritas Indonesia menunjukkan justru manusialah yang menjadi penyebabnya, lapor Spiegel Online.

Menurut data itu, sistem peringatan dini tsunami berfungsi baik. Pada 9.47 malam, hanya lima menit setelah alat pencatat gempa menyebutkan ada gempa, sistem peringatan dini yang berbasis di Jakarta itu mengirimkan peringatan bahaya tsunami.

Masalahnya, peringatan itu keluar 39 menit setelah gempa, atau hanya beberapa saat setelah gelombang tsunami menghantam Kepulauan Mentawai.

"Gelombang itu hanya setinggi 23 centimeter di dekat kota Padang," kata Jorn Latuerjung dari Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) di Postdam, dekat Berlin.

Sensor gempa dan sistem peringatan dini dipasang selama lima tahun terakhir di Indonesia di bawah tanggung jawab ilmuwan Jerman ini.

Sistem peringatan ini tidak begitu efektif karena episentrum gempa terlalu dekat ke pantai. Tsunami menerjang Mentawai hanya beberapa menit setelah menyentuh pelampung peringatan dini.

"Peringatan tidak bisa dikomunikasikan secepat itu," kata Peter Koltermann, staf pada divisi tsunami di kantor UNESCO.

Tapi, mengapa sirene tanda bahaya tersebut tidak berbunyi semalaman itu?

Penduduk setempat yang menggantungkan diri pada peringatan dini itu --biasa disebut "kilometer terakhir" -- menilai alat itu ditempatkan di titik lemah.

Para teknisi Jerman telah berupaya keras memitigasi masalah-masalah kilometer terakhir ini di sepanjang tiga wilayah pantai. Mereka mengeluhkan ada kesenjangan standard pemasangan alat antara teknisi Indonesia dengan teknisi Jerman.

Misalnya, kabel-kabel malah direntangkan diantara pohon-pohon kelapa, bukan ditanam di tanah seperti diinstruksikan buka manualnya.

Harald Spahn dari GTZ, mengungkapkan dibutuhkan waktu tahunan untuk membuat sistem peringatan dini ini berfungsi lagi di seluruh daerah.

Tetap saja para ahli dinilai gagal karena tsunami datang begitu mengejutkan warga, apalagi gempa sudah terlebih dahulu mengguncang pantai di mana mereka tinggal.

"Mungkin pelatihan tsunami lebih maju diperlukan untuk membuat warga tahu sekali bahaya (tsunami)," kata Koltermann.

Warga Mentawai mengaku tidak menyadari ada gempa karena saat itu hujan lebat turun. Namun saat gelombang tsunami pertama tiba, banyak orang yang berhasil mencapai tempat lebih tinggi.

Seorang pakar dari PBB menegaskan bahwa setidaknya ada satu pelampung peringatan dekat situs bencana yang rusak, tapi itu sudah diketahui lama.

Kebanyakan pelampung peringatan tsunami di Samudera Hindia sudah tidak laik pakai. Salah satu pelampung buatan Jerman rusak karena ditumbuhi ganggang laut, sedangkan yang lainnya pecah dilabrak kapal penangkap ikan.

Suatu waktu, lima dari enam pelampung peringatan tsunami ini hilang dicuri perampok. Mereka mempereteli alat ini sebelum kemudian dijual ke pasar.

Sebenarnya pelampung peringatan tsunami ini tidak begitu penting, karena hanya untuk mencek cuaca bawah laut setelah terjadi gempa yang dapat memicu tsunami.

Tapi setelah guncangan gempa dahsyat seperti terjadi Senin pekan lalu, alarm otomatis selalu berbunyi. "Dalam kasus seperti ini, Anda tak perlu data pelampung," kata Koltermann.

Yang menjadi soal, warga perlu tahu bahwa ada gempa kuat di dasar samudera, dan tetap tak bisa dijelaskan mengapa warga Mentawai tak memperoleh data ini Senin itu.

Para pakar gempa memperingatkan bahaya tsunami berikutnya.

Penelitian-penelitian yang ditempuh pakar gempa Kerry Sieh pada Obervatorium Bumi di Singapura menunjukkan bahwa gempa di tepi barat pulau Sumatera itu menciptakan efek domino (reaksi berantai).

Satu gempa akan memicu gempa lainnya. Sieh mengatakan gempa yang lebih kuat dari gempa Senin lalu akan terjadi lagi segera.

Para ilmuwan yakin bahwa wilayah dekat Pulau Siberut, Sumatera, terancam terkena gempa besar berkekuatan 8,8 Skala Richter, yang akan memicu tsunami amat dahsyat. demikian der Spiegel. (*)

disadur Jafar Sidik
COPYRIGHT © 2010
Continue reading →

" Merapi "

Magma Merapi Mengalir ke Selatan

Yogyakarta (ANTARA News) - Posisi lubang keluarnya magma Gunung Merapi sudah diketahui, dan magma mengalir ke selatan atau ke hulu Kali Gendol, kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sukhyar di Yogyakarta.

Menurut dia, sistem aliran magma sudah terbuka, sehingga tidak ada halangan lagi di puncak gunung. "Sistem aliran magma mulai terbuka pascaletusan 26 Oktober 2010, karena sudah membongkar kubah lava hasil erupsi 2006," katanya saat memantau aktivitas Merapi di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya kini minimal sudah mengetahui posisi atau lubang keluarnya magma tersebut.

Sejak dinyatakan berstatus "awas", kata dia, Merapi telah meletus empat kali, yaitu pada 26 Oktober, 30 Oktober, 31 Oktober, serta pada 1 November 2010.

"Jika ini sudah menjadi sebuah siklus, maka kemungkinan pada letusan-letusan berikutnya sudah tidak akan didahului dengan gempa vulkanik, karena sistemnya terbuka," katanya.

Oleh karena itu, Sukhyar mengatakan pengamatan visual menjadi cukup penting, di samping pengamatan instrumental untuk melihat tanda-tanda aktivitas gunung berapi ini.

Bagi masyarakat, kata dia, erupsi Merapi yang bersifat eksplosif disertai dengan dentuman adalah hal yang baru, karena pada erupsi-erupsi sebelumnya tidak ada suara dentuman yang terdengar masyarakat.

"Dentuman yang didengar masyarakat ini yang membuat masyarakat menjadi khawatir, bahkan panik, tetapi masyarakat sudah mengungsi dalam radius lebih dari 10 kilometer dari puncak gunung," katanya.

Sukhyar mengatakan, pascaletusan 26 Oktober 2010, material kubah lava sebanyak dua juta meter kubik sudah terbongkar, sehingga masyarakat tetap diimbau untuk tidak beraktivitas di alur sungai agar terhindar dari bahaya lahar dingin.

Daerah terdampak akibat awan panas pascaletusan 26 Oktober adalah 14 kilometer persegi atau dua kali lebih besar dibanding daerah terdampak akibat erupsi 2006 seluas tujuh kilometer persegi.

Jumlah total material dari magma yang dilontarkan Gunung Merapi pasca erupsi eksplosif pada 26 Oktober dan 30 Oktober diperkirakan mencapai 8,7 juta meter kubik.

Pada erupsi eksplosif yang terjadi Senin (1/11) sekitar pukul 10.02 WIB tidak diawali dengan gempa vulkanik, dan ketinggian kolom letusan mencapai sekitar 1,5 kilometer.
(E013/B010)
COPYRIGHT © 2010
Continue reading →

Minggu, 31 Oktober 2010

Visit Indonesia Year 2010



The Republic of Indonesia is the largest archipelago in the world comprising 17,504 large and small tropical islands fringed with white sandy beaches, many still uninhabited and a number even still unnamed. Straddling the equator, situated between the continents of Asia and Australia and between the Pacific and the Indian Oceans, it is as wide as the United States from San Francisco to New York, equaling the distance between London and Moscow.  Indonesia has a total population of more than 215 million people from more than 200 ethnic groups. The national language is Bahasa Indonesia.

Among the most well known islands are Sumatra, Java, Bali, Kalimantan (formerly Borneo), Sulawesi (formerly Celebes), the Maluku Islands (or better known as Moluccas, the original Spice Islands) and Papua. Then, there is Bali “the world’s best island resort” with its enchanting culture, beaches, dynamic dances and music. But Indonesia still has many unexplored islands with grand mountain views, green rainforests to trek through, rolling waves to surf and deep blue pristine seas to dive in where one can swim with dugongs, dolphins and large mantarays. 

Because of her location, and geology, Indonesia is blessed with the most diverse landscape, from fertile ricelands on Java and Bali to the luxuriant rainforests of Sumatra, Kalimantan and Sulawesi, to the savannah grasslands of the Nusatenggara islands to snow-capped peaks of West Papua.
Her wildlife ranges from the prehistoric giant Komodo lizard to the Orang Utan and the Java rhino, to the Sulawesi anoa dwarf buffalos, to birds with exquisite plumage like the cockatoo and the bird of paradise. This is also the habitat of the Rafflesia the world’s largest flower, wild orchids, an amazing variety of spices, and aromatic hardwood and a large variety of fruit trees. Underwater, scientists have found in North Sulawesi the prehistoric coelacanth fish, a “living fossil” fish, predating the dinosaurs living some 400 million years ago, while whales migrate yearly through these waters from the South Pole. Here are hundreds of species of colourful coral and tropical fish to admire.

Culturally, Indonesia fascinates with her rich diversity of ancient temples, music, ranging from the traditional to modern pop, dances, rituals and ways of life, changing from island to island, from region to region. Yet everywhere the visitor feels welcomed with that warm, gracious innate friendliness of the Indonesian people that is not easily forgotten.   

Facilities-wise Indonesia’s hotels are second to none. In fact, many of our luxurious and unique hotels have constantly been listed as some of the best in the world, located on white sandy beaches, overlooking green river valleys, or situated in the heart of busy capital Jakarta. While Indonesia’s cities like Jakarta, Bandung, Surabaya, or Makassar are a hive of activities for business and leisure and a paradise for shoppers, offering upscale boutiques selling top brand names, to local goods at road-side stalls. Here gourmets can treat themselves to the many regions’ delectable spicy cuisine or dine sumptuously at international restaurants. And for sheer relaxation, Indonesia Spas are second to none to reinvigorate both body and mind.  

Convention centers are equipped with state-of-the-art facilities, as many top international conferences and exhibitions are held in Jakarta, Bali to Manado, ranging from the Global Climate Change Conference in Bali to the World Ocean Conference in Manado , to trade and investment exhibitions and tourism trade shows in many provincial capital cities.

Jakarta, Bali, Medan, Padang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Makassar are connected by direct international flights, and many regular and low cost carriers fly passengers to Indonesia’s towns or remote locations.
Continue reading →

Suku Dayak

Asal Mula Suku Dayak Kalimantan

Tentang asal mula suku bangsa Dayak, banyak teori yang diterima adalah teori imigrasi bangsa China dari Provinsi Yunan di Cina Selatan. Penduduk Yunan ber-imigrasi besar-besaran (dalam kelompok kecil) di perkirakan pada tahun 3000-1500 SM (SM). Sebagian dari mereka mengembara ke Tumasik dan semenanjung Melayu, sebelum ke wilayah Indonesia. Sebagian lainnya melewati Hainan,Taiwan dan filipina.

Pada migrasi gelombang pertama yang oleh beberapa ahli disebut proto-melayu, datanglah kelompok negroid dan weddid. Sedangkan gelombang kedua, dalam jumlah yang lebih besar di sebut Deutero-Melayu. Para migran Deutero-Melayu kemudia menghuni wilayah pantai Kalimantan dan disebut suku Melayu. Proto-melayu dan Deutero-melayu sebenarnya berasal dari negeri yang sama.

Menurut H.TH. Fisher, migrasi dari asia terjadi pada fase pertama zaman Tretier. Saat itu, benua Asia dan pulau Kalimantan yang merupakan bagian nusantara masih menyatu, yang memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan Muller-Schwaner.

Dari pegungungan itulah berasal sungai-sungai besar seluruh Kalimantan. Diperkirakan, dalam rentang waktu yang lama, mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977-197 8)

Cerita selanjutnya suku Dayak adalah tentang bagaimana mereka menghadapi gelombang-gelombang kelompok lain yang datang ke Kalimantan. Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak, sering disebut ”Nansarunai Usak Jawa”, yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 (Fridolin Ukur,1971). Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar, sebagian masuk daerah pedalaman.

Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu (sekitar tahun 1608). Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak, tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau orang Banjar. Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai, masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah, bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi, Amuntai, Margasari, Watang Amandit, Labuan Lawas dan Watang Balangan. Sebagain lagi terus terdesak masuk rimba. Orang Dayak pemeluk islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin, salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum)

Tidak hanya dari nusantara, bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kota yang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. Tetapi masih belum jelas apakah bangsa Tionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam. Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanya berdagang, terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen, belanga (guci) dan peralatan keramik (Departeman Pendidikan dan Kebudayaan,1977-197 8)

Bahkan sumber lain menyebutkan sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Chang Ho, dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407, setelah sebelumnya singgah ke Jawa, Kalimantan, Malaka, Manila dan Solok. Pada tahun 1750, Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas. Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya candu, sutera, barang pecah belah seperti piring, cangkir, mangkok dan guci (Sarwoto kertodipoero,1963)
Continue reading →

About Me

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
PT. Trigana Air Service Perwakilan Banjarmasin Bandar Udara Syamsudin Noor (Terminal Keberangkatan) Tlp 0511-4705300 Fax 0511 4706159

Followers


blog created by

Facebook Box

My status

ours

Pesona Banjarmasin